0

CERITA INSPIRASI 2 ” KENDALIKAN RASA TAKUTMU “

Posted by amalia.almira10 on 12 September 2010 in Academic |

Ini kisah tentang adik saya. Dia bernama Talitha Amanda Shabrina. Dia adalah anak paling bungsu diantara kami tiga bersaudara. Dia seorang gadis yang aktif dan ceria. Dibandingkan dengan saya, dia lebih pintar dalam berbicara. Dia seorang gadis yang memiliki pemikiran yang luas ke depan dan juga dewasa. Terkadang saya juga meminta nasihat darinya karena pada dasarnya seseorang dikatakan dewasa bukan karena umurnya tapi bagaimana cara dia menghadapi suatu masalah. Walau terkadang menyebalkan tapi dialah sahabat terbaik saya dalam mencurahkan masalah saya.

Saat ini dia duduk di bangku SMA kelas 1. Saat ini dia bersekolah di SMA Negeri 2 Palembang. Awalnya sulit buat dia untuk beradapatasi di kota Palembang apalagi untuk pertama kalinya selama kami hidup kami harus dipisahkan karena saya harus melanjutkan studi di IPB. Tapi dia adalah gadis yang mandiri sehingga pasti bisa beradaptasi dengan mudah di lingkungan barunya. Dia adalah gadis yang supel dan pintar bergaul. Banyak orang yang menyukai dia. Walaupun agak pemalas, tapi dia memilikii otak yang cerdas dan cepat dalam belajar.

Ada suatu ketika dia pernah bercerita kepada saya. Dia sangat takut pada kedalaman air sehingga ketika les berenang dia selalu tidak sanggup jika diminta untuk berlatih di tempat yang dalam. Dia akan merasa sesak dan ketakutan jika harus berlatih di tempat yang dalam. Padahal, untuk praktek olahraga di SMP-nya ia harus bisa berenang. Itu membuatnya sangat khawatir dan was-was. Tapi dia tidak menyerah pada ketakutannya itu, dia berusaha mencari informasi dari internet dan media – media lain tentang rasa takutnya itu dan mencoba mencari jalan keluar atas rasa takutnya. Ia tidak menceritakan hal ini kepada orang tua saya karena merasa masalah ini harus bisa dia selesaikan sendiri itu yang membuat saya kagum padanya karena dia adalah anak yang kuat.

Akhirnya ia terus berlatih melawan rasa takutnya dan saya sebagai kakak hanya bisa memberinya support untuk terus berjuang hingga. Setelah tiga bulan latihan,  dia bisa mengendalikan rasa takutnya dan bisa melaksanakan praktek renangnya dengan baik. Pelajaran yang mampu kita petik dari cerita ini adalah sesungguhnya tidak ada rasa takut yang kekal. Rasa takut yang ada dalam diri kita hanyalah rasa yang muncul karena sugesti kita sendiri jadi sebenarnya kita bisa mengalahkan dan mengendalikan rasa takut kita jika kita yakin pada diri dan kemampuan kita. Tidak ada rasa takut di dunia ini yang mampu mengalahkan kita kecuali rasa takut kita pada Sang Pencipta Allah SWT.

AMALIA F.A / G64100020

0

CERITA INSPIRASI 1 ” NIAT SEBAGAI PONDASINYA “

Posted by amalia.almira10 on 12 September 2010 in Academic |

Di suatu malam, tepatnya pukul 07.00 WIB tanggal 7 Maret 1993. Lahirlah seorang bayi perempuan. Tahukah kalian bayi perempuan itu adalah saya. Nama saya Amalia Fitranty Almira. Lahir di Jakarta dan saat ini sedang dalam proses melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor atau biasa disingkat IPB. Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Ayah saya seorang hakim dan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Karena ayah saya seorang hakim sehingga kami tinggal berpindah – pindah atau bahasa zaman lampaunya nomaden.

Saya pernah tinggal dibeberapa kota antara lain Klungkung, Subang, Kendari, Jakarta, dan Situbondo. Dan kini saya tinggal di Bogor. Manfaatnya tinggal berpindah – pindah kita bisa tahu berbagai macam karakteristik orang – orang diberbagai daerah. Ketika saya tinggal di Klungkung pelajaran yang saya dapat adalah kita harus bisa bertoleransi, karena di Klungkung mayoritas penduduknya adalah beragama Hindu sehingga kita harus bisa saling bertoleransi satu sama lainnya, selain itu hal menyenangkan yang saya dapat di Klungkung yaitu ada banyaknya hari libur sehingga kami sekeluarga bisa liburan ke banyak tempat seperti pantai Kuta, Bedugul, dan banyak tempat lainnya. Lanjut ke kota berikutnya, saya pindah ke kota Subang. Di Subang orang berbicara dengan logat sunda sehingga cara bicaranya lembut dan pelan. Ada satu kejadian yang tidak akan saya lupakan, saat itu guru saya memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. Keesokan harinya tugas dibahas bersama, ada satu nomor dimana jawabanku beda sama seluruh teman sekelasku tapi aku tetap menpertahankan jawabanku walaupun saat itu aku dicemooh oleh mereka dan dibilang keras kepala namun pada  akhirnya ternyata jawabankulah yang benar, hal itu menjadi pelajarn untukku untuk optimis dan berpegang teguh pada apa yang kita anggap benar.

SMA saya pindah ke Situbondo. Di kota ini saya mendapat banyak pelajaran dan bekal yang nantinya akan sangat membantu di kemudian hari. Di kota inilah saya kagum melihat banyak sekali orang yang memiliki kreativitas dan intelektual yang tinggi. Di SMA saya banyak sekali diadakan lomba yang menuntut kreativitas kita. Seperti lomba menghias kelas, saat itu kami membuat tulisan – tulisan ajakan dengan menggunakan sterofoam. Di kelas saya hamper seluruh muridnya bisa melukis. Ada yang karena bakat ada juga yang karena memang sudah dilatih dari kecil. Kami membuat lukisan di atas sterofoam kemudian dibubuhi dengan kalimat – kalimat ajakan. Kemudian kami membuat struktur kelas dengan menggunting kardus bekas membentuk pohon dan membuat daun – daunnya dari bungkus – bungkus makanan bekas. Dan akhirnya kami mendapat juara 1 dalam perlombaan ini. Dalam hal ini bukan kemenangan yang menjadi tujuan kami tapi kebersamaan dan kekompakkan yang terbentuk karena aktifitas itu. Kemenangan yang kami raih hanyalah bonus dari apa yang kami lakukan.

Kemudian, datang hari dimana ada 2 undangan PMDK yang datang ke sekolah saya yang pertama dari UI dan yang kedua dari IPB. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil IPB karena di IPB ada jurusan Ilmu Komputer. Saya khawatir tidak akan diterima saat itu karena IPB adalah universitas yang besar. Namun, saya merasa sangat bahagia saat tahu ternyata saya diterima dijurusan yang saya inginkan. Saya sangat bersyukur. Saya merasa bangga. Namun, masih ada yang mengganjal karena saya rasa apa sudah benar saya masuk IPB. Apalagi terkadang orang sedikit meremehkan saya karena masuk IPB. Namun, setelah saya masuk IPB, saya melihat dan mendengar banyak sekali jasa – jasa yang dilakukan IPB untuk masyarakat Indonesia untuk itu saya pun termotivasi untuk melakukan hal yang sama menemukan sesuatu yang nantinya bisa bermanfaat untuk masyarakat. Lalu, saya berprinsip tidak masalah kita belajar atau kuliah dimana selama kita berusaha dan bersungguh – sungguh dengan apa yang kita lakukan serta selalu mengiringinya dengan doa maka hasil baiklah yang nantinya akan kita petik. Yang terutama bagi saya adalah niatnya dan kemauan kita untuk maju. Saya yakin nantinya seluruh angkatan Laskar Inspirasi 47 akan menjadi orang yang sukses dan berguna untuk bangsa dan negeri ini. Amin…

AMALIA F.A / G64100020

Copyright © 2010-2017 amalia.almira10's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.